Ayah Rasulullah Di Neraka ???

“Wahai Rasulullah, di manakah bapakku?” Beliau menjawab, “Dia di dalam neraka.” Ketika laki-laki tersebut berlalu pergi, maka beliau memanggilnya seraya berkata: “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di dalam neraka.”
(HR. Muslim: 302)

Mencukur Bulu Kemaluan

beliau memberi batas waktu setiap empatpuluh malam untuk memotong kuku, mencukur kumis dan mencukur rambut kemaluan.”
(HR. Tirmidzi: 2682)

Kamar Surga

“Sesungguhnya di dalam surga itu ada sebuah kamar yang bagian luarnya dapat terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar.” Lalu Abu Musa Al Asy’ari bertanya: “Wahai Rasulullah, ia diperuntukkan untuk siapa?” Beliau menjawab: “Untuk orang yang lemah lembut tutur katanya, yang memberikan makanan, dan yang melaksanakan qiyamullail (shalat malam) saat manusia tertidur lelap.”
(HR. Ahmad: 6326)

Melihat Rasulullah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq; Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabih dia berkata; ‘Inilah yang telah di ceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, -kemudian dia menyebutkan beberapa Hadits yang di antaranya-; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sungguh akan kepada kalian suatu masa, dimana seseorang tidak akan melihatku lagi, kemudian jika seandainya dia dapat melihatku, maka hal itu lebih ia cintai dari pada keluarga dan hartanya.” Abu Ishaq berkata; ‘Menurut saya, arti Hadits tersebut adalah; Sungguh seandainya dia dapat melihatku bersama mereka, maka hal itu lebih ia sukai dari pada keluarganya dan hartanya. Namun sayangnya dia tidak akan dapat melihatku lagi.’ Menurutku ada bagian-bagian kalimat yang didahulukan dan ada juga yang diakhirkan.
HR. Muslim

Larangan Mengikuti Yahudi Dan Nasrani

Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad berkata; telah menceritakan kepadaku Hammad bin ‘Amru dari Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kalian benar-benar akan mengikuti orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta dan sedepa demi sedepa, sehingga bila salah seorang dari mereka masuk ke dalam lubang biawak sungguh kalian akan mengikutinya, ” para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka yahudi dan nasrani?” beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan.”
HR. Ahmad

Mendamaikan Sesama Orang Beriman

Telah menceritakan kepada kami Arim telah menceritakan kepada kami Mu’tamir berkata, saya telah mendengar bapakku menceritakan, Anas berkata, ditanyakan pada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, maukah anda mendatangi Abdullah Bin Ubay?. Maka Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menemuinya dengan menaiki keledai. Kaum muslimin juga berangkat dengan berjalan melewati tanah tandus. Tatkala Nabi Shallallahu’alaihi wasallam datang, (Abdullah Bin Ubay) malah membentak, pergilah kau, bau keledaimu sangat menggangguku!. Kontan seorang laki-laki anshar menjawab, demi Allah, bau keledai Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu lebih enak daripada baumu!. (Anas bin Malik Radliyallahu’anhu) berkata, lalu ada seorang muslimin yang marah kepada Abdullah. (Anas bin Malik Radliyallahu’anhu) berkata, hingga nyaris tiap sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memarahinya. (Anas bin Malik Radliyallahu’anhu) berkata, ada yang memukul dengan pohon kurma, ada yang dengan tangan kosong, ada yang dengan sandal. Maka disampaikan pada mereka, sesungguhnya telah turun ayat untuk kalian, “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya!”
HR. Ahmad

Budak Untuk Fatimah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Jumai’ Salim bin Dinar dari Tsabit dari Anas berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membawa seorang budak untuk Fatimah yang beliau hibahkan kepadanya.” Anas berkata, “Fatimah radliallahu ‘anha mempunyai kain yang jika ia tutupkan kepala maka kakinya terlihat, dan jika ia tutupkan kaki maka kepalanya terlihat. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat hal itu beliau bersabda: “Tidak ada masalah bagimu, sebab ini adalah bapak dan budakmu.”
HR. Abu Daud

4 Tingkatan Dalam Hijrah

.
#Hijrah
adalah masa awal dari zamannya hal hal buruk masih sering dilakukan dan berusaha di perbaiki
#Hamasah
adalah masa semangat dalam gelorah hijrah terus memperbaiki diri namun sering kali masih futur /down
#Istiqamah
adalah masa dimana iman mulai stabil dan memiliki amalan andalan sebagai benteng menjaga Taqwa
#Qudwah
adalah masa yg sudah istiqamah dan dapat memberikan manfaat untuk orang lain serta dapat di jadihkan teladan.