Orang Terbaik Dalam Fitnah

Telah menceritakan kepada kami ‘Imran bin Musa Al Qazzaz Al Bashri telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Juhadah dari seseorang dari Thawus dari Ummu Malik Al Bahziyyah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebutkan suatu fitnah lalu beliau mendekatkannya. Berkata Ummu Malik: Wahai Rasulullah, siapakah orang terbaik dalam fitnah itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: Seseorang berada di antara binatang ternaknya, ia menunaikan hak binatang ternaknya, menyembah Rabbnya, seseorang yang memegang kepala kudanya seraya menakuti-nakuti musuh dan mereka takut padanya.” Berkata Abu Isa: Dalam hal ini ada hadits serupa dari Ummu Mubasysyir, Abu Sa’id dan Ibnu ‘Abbas dan hadits ini hasan gharib dari sanad ini. Al Laits bin Abu Sulaim meriwayatkannya dari Thawus dari Ummu Malik Al Bahziyyah dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
HR. Tirmidzi

Usia Dibolehkannya Ikut Jihad

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Wazir Al Wasithi berkata, telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf Al Azraq dari Sufyan dari Ubaidullah bin Umar dari Nafi’ dari Ibnu Umar berkata, “Aku pernah disiagakan di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu barisan pasukan, waktu itu umurku masih empat belas tahun hingga beliau tidak menerimaku. Kemudian pada tahun berikutnya aku kembali disiagakan di hadapan beliau dalam suatu barisan pasukan yang sama, waktu itu umurku lima belas tahun hingga beliau pun menerimaku.” Nafi’ berkata, “Hadits ini lalu aku sampaikan kepada Umar bin Abdul Aziz, ia lalu berkata, “Ini adalah batas antara masa anak-anak dan dewasa.” Kemudian ia menulis ketetapan agar anak-anak yang telah berumur lima belas tahun diwajibkan (mengikuti wajib militer).” Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Ubaidullah seperti hadits tersebut dan dengan makna yang sama. Hanya saja ia berkata, “Umar bin Abdul Aziz berkata, “Ini adalah batas antara anak-anak dan prajurit.” Dan ia tidak menyebutkan tentang wajib (militer).” Abu Isa berkata, “Hadits Ishaq bin Yusuf ini derajatnya hasan shahih gharib, yaitu dari jalur Sufyan Ats Tsauri.”
HR. Tirmidzi

Berjalan Didepan Jenazah

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, Ahmad bin Mani’, Ishaq bin Manshur dan Mahmud bin Ghailan mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Az-Zuhri dari Salim dari bapaknya berkata; “Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar dan Umar semuanya berjalan di depan jenazah.”
HR. Tirmidzi

Kelompok Pertama Lebih Baik Dari Kelompok Kedua

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu’bah; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far; Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Abu Ya’qub Aku mendengar ‘Abdur Rahman bin Abu Bakrah bercerita dari bapaknya bahwasanya Al Aqra’ bin Habis pernah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Ya Rasulullah, sesungguhnya Surraq Al Hajij dan kabilah Aslam, kabilah Ghifar, kabilah Muzainah (saya kira juga kabilah Juhainah, tapi Muhammad -salah seorang perawi hadits- meragukannya) telah membai’at engkau.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: ‘Tidakkah kamu tahu bahwasanya kabilah Aslam, Ghifar, dan Muzainah (menurut saya -perawi hadits ini- juga kabilah Juhainah) lebih baik daripada Bani Tamim, Bani Amir, Bani Asad dan Bani Ghathafan. Apakah mereka (kelompok akhir) itu merasa rugi dengan hal tersebut.’ Al Aqra’ bin Habis menjawab; ‘Ya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya mereka (kelompok pertama) lebih baik daripada kelompok kedua.’ Telah menceritakan kepadaku Harun bin ‘Abdullah; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdush Shamad; Telah menceritakan kepada kami Syu’bah; Telah menceritakan kepadaku Sayyid Bani Hatim Muhammad bin ‘Abdullah bin Abu Ya’qub Adh Dhabi melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. Namun dia tidak menyebutkan kata; ‘Aku kira.’
HR. Muslim

Penjelasan Kiamat

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Haritsi telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata: Aku mendengar Qatadah dan Abu At Tayyah menceritakan bahwa keduanya mendengar Anas menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku diutus dan kiamat seperti ini.” Syu’bah menyandingkan jari telunjuk dan jari tengah saat menceritakannya. Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami ayahku. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu At Tayyah dari Anas dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dengan matan serupa. Telah menceritakannya kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dar Syu’bah dari Hamzah Adh Dhabbi dan Abu At Tayyah dari Anas dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam seperti hadits mereka.
HR. Muslim

Azab Penyanyi Seksi Dan Peminum Alkohol

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Akan terjadi pada ummat ini bencana longsor, digantinya rupanya dan angin ribut yang menghempaskan manusia, “
bertanyalah seseorang dari kaum muslimin: Wahai Rasulullah, kapan itu terjadi? beliau menjawab: “Apabila bermunculan para wanita penyanyi dan alat alat musik dan orang meminum minuman khamr.”
(HR. Tirmidzi)

Kitab Suci

لَـقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ ۗ  مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَـرٰى وَلٰـكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
(QS. Yusuf: Ayat 111)

Cinta Dunia Takut Mati

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?”
beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.”
Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
(HR. Abu Daud)

Guncangan Kiamat

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۚ  اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan hari Kiamat itu adalah suatu 
kejadian yang sangat besar.
(QS. Al-Hajj: Ayat 1)

Semut Yang Bertasbih

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seekor semut menggigit seorang Nabi di antara nabi-nabi, lalu Nabi tersebut menyuruh membakar sarang semut itu, lalu dibakarlah.
Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewahyukan kepadanya: “Apakah karena seekor semut yang menggigitmu, lalu engkau musnahkan suatu umat yang selalu membaca tasbih.”
(HR. Muslim)