Akhir Tragis Kematian Paman Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam

Akhir Tragis Kematian Paman Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam..
“Ketika Abu Thalib mendekati ajalnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuinya dan di dekatnya ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah. Lalu beliau bersabda: “Wahai pamanku, ucapkanlah ‘Laa Ilaaha Illallah (tidak ada sesembahan yang berhak di sembah selain Allah) ‘ yang dengannya aku akan berhujah untuk membelamu di sisi Allah -Azza wa Jalla-.” Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Umayyah berkata kepadanya; “Wahai Abu Thalib, Apakah kamu benci dengan agama Abdul Muthalib?”
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Sungguh akan aku akan mintakan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang.” Lalu turunlah ayat, “Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (Qs. At Taubah; 113).
(HR. Bukhari)

Benarkah Lailatul Qadar Ada Pada Tanggal 23 ?

Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash berkata; telah mengabarkan kepada kami Simak dari Ikrimah berkata,
Ibnu Abbas berkata; “Ibnu ‘Abbas berkata; aku didatangi ketika aku sedang tidur pada malam ramadhan, kemudian di sampaikan kepadaku;
bahwa malam ini adalah malam lailatul qadar, maka aku pun bangun dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti. Aku bergelayutan kepada tali tenda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan ternyata beliau sedang melakukan shalat. kemudian aku perhatikan malam itu, dan ternyata malam itu adalah tanggal dua puluh tiga.
HR. Ahmad

Membatalkan Puasa Ketika Sudah 1 Syawal

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Abu Bisyr dari Abu Umair bin Anas bin Malik ia berkata; telah menceritakan kepadaku paman-pamanku dari kalangan Anshar -mereka adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam- mereka berkata, “Kami tidak dapat melihat hilal bulan Syawal, maka pada pagi harinya kami masih berpuasa, lalu datanglah kafilah di penghujung siang, mereka bersaksi di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa kemarin mereka melihat hilal. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun memerintahkan mereka berbuka, dan keluar untuk merayakan hari rayanya pada hari esok. ”
HR. Ibnu Majah

Iri Yang Dibolehkan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak diperbolehkan iri kecuali dalam dua hal, seseorang yang Allah memberinya harta, lantas ia belanjakan untuk al haq, dan seseorang yang Allah beri hikmah, kemudian ia pergunakan untuk memutuskan hukum dan ia ajarkan.”
HR. Bukhari

Menyerahkan Tanah Secara Cuma Cuma

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Khallad Al Bahili dan Muhammad bin Isma’il keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Amru bin Dinar dari Thawus ia berkata, Ibnu Abbas berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekiranya salah seorang dari kaliam menyerahkan (pengelolaan tanahnya) kepada saudaranya, maka itu lebih baik baginya daripada meminta bagian tertentu.”
HR. Ibnu Majah

Konsekuensi Talak Tiga Untuk Wanita

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Mughirah dari Asy Sya’bi ia berkata, ” Fatimah bin Qais berkata, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, suamiku menceraikan aku dengan talak tiga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Engkau tidak berhak mendapatkan jaminan tempat tinggal ataupun nafkah.”
HR. Ibnu Majah

Tidak Ada Potong Tangan Pada Pengkhianat

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Khasyram, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus dari Ibnu Juraij dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada potong tangan terhadap pengkhianat, perampas dan penipuan.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih dan menjadi pedoman amal menurut para ulama dan Mughirah bin Muslim telah meriwayatkannya dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti Hadits Ibnu Juraij. Mughirah bin Muslim adalah Bashri saudara Abdul Aziz Al Qasmali, seperti inilah yang dikatakan oleh Ali bin Al Madini.
HR. Tirmidzi

Jangan Minum Seperti Unta

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Yazid bin Sinan Al Jazari dari Ibnu Atha` bin Abu Rabah dari bapaknya dari Ibnu Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan sekaligus seperti minumnya unta, akan tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan dan bacalah basmalah jika kalian minum, serta (bacalah) hamdalah jika kalian mengangkat bejananya.” Abu Isa berkata; Ini merupakan hadits gharib dan Yazid bin Sinan Al Jazari dia adalah Farwah Ar Ruhawi.
HR. Tirmidzi

Ganjaran Surga Bagi Orang Buta Yang Sabar

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq telah mengkhabarkan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia memarfu’kannya kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, ia berkata: Allah ‘azza wajalla berfirman: “Barangsiapa yang Aku lenyapkan kedua matanya, lantas ia bersabar dan mengharap pahala, aku tidak merelakan pahala baginya selain surga.” Dalam hal ini ada hadits serupa dari ‘Irbadl bin Sariyah. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.
HR. Tirmidzi