Doa Supaya Istiqomah Dijalan Allah Dan Rasulullah

Telah menceritakan kepada kami Hannad; telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Anas dia berkata; adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbiasa membaca do’a “YA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA (wahai Dzat yang membolak balikkan hati teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu).” Kemudian aku pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang Anda bawa. Lalu apakah Anda masih khawatir kepada kami?”
 beliau menjawab: “Ya, karena sesungguhnya hati manusia berada di antara dua genggaman tangan Allah yang Dia bolak-balikkan menurut yang dikehendaki-Nya.” Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari An Nawwas bin Sam’an, Ummu Salamah, Abdullah bin Amr dan A’isyah. Dan ini adalah hadits Hasan, demikianlah kebanyakan telah meriwayatkannya dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Anas, dan sebagian yang lainnya telah meriwayatkannya dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hadits Abu Sufyan dari Anas lebih shahih.
HR. Tirmidzi

Orang Miskin Masuk Surga Lebih Dulu Dibanding Orang Kaya

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Al Muharibi dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Orang-orang miskin masuk surga setengah hari terlebih dahulu sebelum orang-orang kaya, lamanya limaratus tahun.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.
HR. Tirmidzi

Pengecualian Doa Bersin Untuk Yahudi

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hakim bin Dailam dari Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata; “Orang-orang Yahudi bersin di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan harapan beliau akan mengucapkan “YARHAMUKUMULLAAH (semoga Allah merahmati kalian), ” Namun beliau mengucapkan: “YAHDIIKUMULLAAH WA YUSHLIH BAALAKUM (semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki kondisi kalian).” Dan dalam bab ini, ada hadits semisal dari Ali, Abu Ayyub, Salim bin ‘Ubaid, Abdullah bin Ja’far dan Abu Hurairah. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.
HR. Tirmidzi

Banyak Mengingat Mati

Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ma’in telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Yusuf telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Bahir ia mendengar Hani` budak ‘Utsman, berkata: ‘Utsman menangis bila berdiri diatas makam hingga jenggotnya basah. 
Dikatakan padanya: Surga dan neraka disebutkan tapi aku tidak menangis sementara kau menangis karena ini. ‘Utsman berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya makam adalah tempat akhirat pertama, bila seseorang selamat darinya maka setelahnya lebih mudah dan bila tidak selamat darinya maka setelahnya lebih sulit.” ‘Utsman berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Aku tidak melihat suatu pemandang pun melainkan pemakaman lebih mengerikan.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hisyam bin Yusuf.
HR. Tirmidzi

Mencatat Hadits Ditangan

[Qutaibah] telah bercerita kepada kami bahwa [Al Laits] telah bercerita kepada kami dari [Al Khalil bin Murrah] dari [Yahya bin Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata; 
ada seorang lelaki dari kaum Anshar yang duduk ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mendengarkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan dia terkagum-kagum, tetapi dia tidak dapat menghafalnya, maka dia mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “wahai Rasulullah sesungguhnya aku mendengar hadits darimu dan hadits tersebut membuat aku terkagum-kagum, akan tetapi aku tidak dapat menghafalnya, ‘ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “gunakanlah bantuan dengan tangan kananmu.” sambil beliau mengisyaratkan menulis dengan tangannya. Dan dalam bab ini ada hadits dari Abdullah bin Amru. Abu Isa berkata; ‘hadits ini isnadnya tidak sedemikian kuat, dan aku mendengar Muhammad bin Isma’il berkata, “Al Khalil bin Murrah adalah munkarul hadits (hadits haditsnya munkar).’
HR. Tirmidzi

Panas Yang Berlipat Api Neraka

Telah menceritakan kepada kami Suwaid telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Api kalian ini yang kalian gunakan untuk membakar adalah salah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka.” Mereka bertanya; “Demi Allah, apabila api ini sungguh sudah cukup (panas untuk mengadzab orang yang bermaksiat, lalu mengapa harus ditambah panasnya) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Panasnya api neraka melebihi (panasnya api dunia) sembilan puluh sembilan bagian. Semua bagian api (yang berjumlah sembilan puluh sembilan) panasnya adalah seperti panas api neraka.” (maksud jawaban Rasulullah adalah adzab Allah harus lebih besar daripada adzab manusia). Abu Isa berkata; ‘Hadits ini hadits hasan shahih. Dan Hammam bin Munabbih adalah saudara Wahb bin Munabbih. Dan Wahb telah meriwayatkan hadits darinya.”
HR. Muslim

Balasan Neraka Jahanam Untuk Orang Kafir

Telah menceritakan kepada kami Suwaid telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin al Mubarak dari Sa’id bin Yazid Abu Syuja’ dari Abu as Samh dari Abu al Haitsam dari Abu Sa’id al Khudzri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menjelaskan firmanNya: “Dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” 
Beliau bersabda: “Orang kafir dibakar oleh api neraka, maka bibir atasnya mengkerut (ke atas) sehingga mencapai pertengahan kepalanya, sedangkan bibir bawahnya menjulur hingga mendekati pusarnya.” Abu Isa berkata; ‘Ini hadits hasan shahih gharib. Dan Abu al Haitsam namanya adalah Sulaiman bin Amru bin Murrah bin Abd al Utwari. Dia adalah seorang yatim yang berada pada naungan Abu Sa’id.’
HR. Tirmidzi

Menyikapi Nadzar Taat Atau Maksiat

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas dari Thalhah bin Abdul Malik Al Aili dari Al Qasim bin Muhammad dari ‘Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: 
“Barangsiapa bernadzar untuk taat kepada Allah hendaklah ia kerjakan dan barangsiapa bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah maka janganlah ia kerjakan.” Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dari Ubaidullah bin Umar dari Thalhah bin Abdul Malik Al Aili dari Al Qasim bin Muhammad dari ‘Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti hadits tersebut.” Abu Isa berkata, “Hadits ini derajatnya hasan shahih, Yahya bin Abu Katsir meriwayatkannya dari? Al Qasim bin Muhammad. Dan ini adalah pendapat sebagian ulama` dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan selain mereka. Pendapat ini juga dipegang oleh Imam Malik dan Imam Syafi’i. Mereka mengatakan, “Tidak boleh bermaksiat kepada Allah, (jika seseorang bernadzar demikian) dan tidak ada kaffarat sumpah apabila terdapat nadzar dalam kemaksiatan.”
HR. Tirmidzi

Doa Bersin Dan Cara Menjawab Yang Benar Menurut Hadits Shahih

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Abu Daud telah mengabarkan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Laila dari saudaranya yaitu Isa bin Abdurrahman dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Abu Ayyub bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian bersin, 
hendaknya dia mengucapkan “ALHAMDULILLAAH ‘ALA KULLI HAAL (segala puji bagi Allah dalam kondisi apapun), ” kemudian orang yang menjawabnya mengucapkan “YARHAMUKALLAAH (semoga Allah merahmatimu), ” lalu dia membalas “YAHDIKUMULLAAHU WA YUSLIH BAALAKUM (semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki kondisi kalian).” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ibnu Abu Laila dengan sanad seperti ini. Abu Isa berkata; Demikianlah Syu’bah meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Abu Laila dari Abu Ayyub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Ibnu Abu Laila meriwayatkan hadits ini secara mudltharib (matan atau sanadnya berlawanan), terkadang mengatakan; Dari Abu Ayyub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terkadang mengatakan; Dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar dan Muhammad bin Yahya Ats Tsaqafi Al Marwazi keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Qattan dari Ibnu Abu Laila dari saudaranya yaitu Isa dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas.
HR. Tirmidzi

Hijrah Pada Nabi

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Mu’alla bin Ziyad mengembalikannya kepada Mu’awiyah bin Qurrah mengembalikannya kepada Ma’qil bin Yasar mengembalikannya kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ibadah saat terjadi pembunuhan sama seperti hijrah kepadaku.” Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hammad bin Zaid dari Mu’alla..
HR. Tirmidzi